Prodi Gizi IKH Medan Beri Edukasi Gizi dan Penilaian Status Gizi Pada Remaja di SMA Gajah Mada

      Komentar Dinonaktifkan pada Prodi Gizi IKH Medan Beri Edukasi Gizi dan Penilaian Status Gizi Pada Remaja di SMA Gajah Mada

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan memberikan edukasi tentang gizi dan penilaian status gizi kepada remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Gajah Mada, Medan pada Selasa (8/8/2023) lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilakukan Prodi S1 Gizi sebagai bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Sasaran pengabdian masyarakat kali ini adalah remaja. Oleh karena itu Prodi S1 Gizi memilih melakukan pengabdian masyarakat di salah satu SMA Swasta di Kota Medan.

Pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema edukasi anemia pada remaja, konseling asupan makan remaja dan penilaian status gizi pada remaja yang terdiri dari empat tim pengabdian. Tim pertama diketuai oleh Eka Nenni Jairani, SKM, MPH dengan anggota Wanda Lestari, STP, M.Gizi.  Tim pertama melakukan pengabdian dengan memberikan edukasi tentang bagaimana menilai status gizi remaja dengan topik “Penilaian Status Gizi Pada Remaja”.

Tim kedua diketuai oleh Athira Demitri, SKM, M.Kes dengan anggota Tuty Hertati Purba, SKM, M.Kes dan Sudana Fatahillah Pasaribu, S.Tr.Gz, M.Gz memberikan penyuluhan gizi dengan topik “Edukasi Tentang Pencegahan Anemia Bagi Remaja”.

Tim ketiga diketuai oleh Yulita, SKM, MPH dengan anggota Agnes Sry Vera Nababan, SST, M.Kes melakukan kegiatan dengan topik “Konseling Gizi Pada Remaja”.

Tim keempat diketuai oleh Tuty Hertati Purba, SKM, M.Kes dengan anggota Athira Demitri, SKM, M.Kes dan Sudana Fatahillah Pasaribu, S.Tr.Gz, M.Gz memberikan penyuluhan dengan topik “Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan”.

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang masalah-masalah gizi yang bisa terjadi pada usia remaja serta bagaimana menilai status gizi remaja.

Ketua Prodi S1 Gizi Wanda Lestari, STP, M.Gizi menyampaikan, bahwa remaja merupakan kelompok umur yang berisiko terkena masalah gizi yang berkaitan dengan asupan makanan dan anemia. Oleh karena itu Prodi S1 Gizi memberikan edukasi pencegahan anemia, asupan makan seimbang, status gizi remaja, dan 1000 HPK dengan sasaran remaja putra dan putri.

Ketua Tim pertama Eka Nenni Jairani menyampaikan, bahwa dengan mengetahui status gizi remaja lebih dini  maka hal ini bisa mencegah masalah gizi yang lebih kompleks pada remaja. Status gizi remaja menjadi faktor penting karena berhubungan dengan kecerdasan dan aktifitas fisik remaja.

Ketua Tim kedua Athira Demitri menyampaikan, bahwa penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan makanan sumber zat besi, suplementasi zat besi dengan mengkonsumsi tablet tambah darah, meningkatkan konsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin C.

Konseling gizi pada remaja dilakukan oleh tim ketiga yang diketuai oleh Yulita, SKM, MPH. Dalam kegiatan konseling ini, siswa diwawancarai mengenai asupan makan remaja, bagaimana aktifitas fisik yang dilakukan remaja, konsumsi sayuran dan buah yang harus ditingkatkan oleh remaja. Siswa juga diberitahu tentang jenis-jenis bahan makanan apa saja yang baik dikonsumsi oleh remaja. Ikan, telur, susu dan produk olahannya, daging merah, serta daging ayam merupakan makanan tinggi protein yang bagus untuk dikonsumsi remaja. Sementara gandum, oat, kacang-kacangan, tahu, tempe dan oncom termasuk sumber protein nabati.        

Tim terakhir memberikan edukasi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ketua tim yaitu Tuty Hertati Purba, SKM, M.Kes menyebutkan, bahwa pola asuh yang baik dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga. Remaja yang akan segera menjadi calon orang tua diharapkan dapat menjalankan perilaku hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMA Gajah Mada dan siswa-siswa sekolah tersebut. Siswa dan siswi sangat antusias mendengarkan edukasi yang diberikan dari Tim Pengabdian Masyarakat Prodi S1 Gizi Institut Kesehatan Helvetia.

“Harapan kami setelah kegiatan ini selesai, siswa dan siswi SMA Gajah Mada paham dan bisa menerapkan gizi seimbang untuk dirinya sendiri, mampu mempertahankan berat badan normal, melakukan aktifitas fisik sesuai dengan usianya karena hal ini merupakan perilaku hidup sehat yang bisa membuat tubuh menjadi sehat dan remaja terhindar dari masalah gizi, “ujar anggota tim pengabdian lainnya.

sumber : Alfatih-media.com